— a kosan 95 (didiwalker’s webtoon) blurb (?)
Recommended to play the music😀 | Music: “fading starlight” by 'kyu’
y2mate.com - fading starlight dreamy lofi vibes no copyright music vlog music royalty free music.mp3

Waktu pada ujung bawah layar laptop Faisal menujukkan sudah pukul sebelas malam.
Sepi…
Mungkin itulah kata yang pas menggambarkan semua kesunyian sekarang ini, mulai dari kantor yang sepi, atmosfer yang sepi, dan hati yang sepi? Faisal pun mengalihkan pandangannya ke jendela kaca ruangan yang memperlihatkan pemandangan kota itu, dimana ia merasa pikirannya terpecah belah. Seumur hidup Faisal sudah menghadapi berbagai macam naik turun dan semua perasaan itu bercampur-aduk sekarang. Satu hal yang ia sadari yaitu; at the end of the day, you're on your own. Masa kanak-kanak yang dipenuhi dengan banyak orang yang membencinya termasuk sok-sok yang melahirkan dirinya, lalu menjadi seorang General Manager diusia yang masih dewasa muda, ia disukai dan dihormati banyak orang. Tapi entah kenapa jabatan, uang, dan prestasi yang susah payah di dapat selama ini hanya malah seakan memperjelas kekosangan yang selama ini tak sadari.
Hembusan nafas Faisal pun terasa jadi berat, disaat ia hendak menyeka keringatnya ia pun tersadar apa yang ada ditangannya. Sapu tangan berwarna biru corak dengan inisal f di sudut, sapu tangan yang pernah hilang tersebut, ia bersyukur bisa menemukannya kembali karena ia ingin menghargai hadiah ulang tahunnya yang diberikan oleh… Rena. Seketika pun Faisal teringat tentang pribadi yang unik tersebut, seseorang yang selalu mengejutkan dirinya, Rena yang entah kenapa bisa membuat Faisal lebih terbuka juga jujur, dan memberikan kehangatan serta tak pernah menghakiminya atau menertawakannya bahkan disaat kondisi terburuk pun rena berhasil membuktikan Faisal bahwa semua pikiran kalut dan kekhawatiran tersebut tidak berlaku untuk nya.
Rena... sekarang ia pun sadar, pengaruh Rena banyak menunjukkan dan menjelaskan hal-hal yang tidak ia tahu tentang perasaannya, memberikan jawaban yang tak bisa dilihatnya, bagaikan mercusuar yang sangat membantu kapal kala di kekalutan kegelapan. Sebuah senyum terukir di wajah faisal, yang sebelumnya merasa letih tak karuan **menjadi lebih tenang. Jujur Faisal bingung apa yang dirasakannya, apa benar ia jadi tenang setelah mengingat semua kebaikan dan keunikan Rena? tidak tahu. Yang jelas ia merasa tidak kesepian seperti sebelumnya dengan memikirkan perempuan yang “menginvasi” kehidupannya itu. Sambil terkekeh dalam pikirannya, mungkin ini karena belum pernah ada orang yang menghadapinya seperti Rena. Tidak bisa disangkal gadis tersebut memang spesial dimata Faisal, bukan lagi karena ia adik Indra, tapi karena pemikiran dan sifat-sifatnya yang mengagumkan menurutnya. Dengan ketenangan itu pun Faisal melanjutkan perkerjaannya tetap bersama kesunyian tapi ia tidak merasa sepi dan hampa lagi.